Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Homeland Cafe & Eatery | Tempat Nongkrong Manis di Probolinggo


Info.
Lokasi: Jl. Soekarno Hatta No. 128, Kota Probolinggo, Jawa Timur 67221
Jam operasional: 13.30 - 21.30 (Hari Kamis tutup).
Harga pesanan:
  1. Meatball Hot Plate + Sambal Matah: Rp. 22.500,00.
  2. Chicken Wings (Sauce: Korean Spicy): Rp. 2.000,00.
  3. Milo Dino (Ice): Rp. 12.000,00.
Rating: 4,4/5.
#KulinerProbolinggo

Kali ini saya pertama kalinya akan membahas tempat nongkrong yang kebetulan tempat nongkrong baru di Probolinggo yaitu Homeland Cafe & Eatery. Saya mencoba ke Homeland Cafe & Eatery saat liburan Tahun Baru Imlek pulang ke Kota Probolinggo. Lokasi dari Homeland Cafe & Eatery mudah ditemui karena berada di Jl. Soekarno Hatta No. 128 yang menjadi jalan utama Kota Probolinggo. Mudahnya, letaknya bersebelahan dengan Rumah Makan Pondok Alami Cabang Soekarno Hatta. Kalau dari arah Barat atau luar kota, setelah perempatan traffic light nanti pelan-pelan ambil jalur kiri sampai melihat ada papan tulisan "Pondok Alami" langsung parkir atau kalau dari arah timur, bila sudah melewati SMA Negeri 1 Probolinggo pelan-pelan ambil jalur menyebrang ke kanan nanti akan terlihat papan tulisan Homeland Cafe & Eatery di depannya bersebelahan dengan Pondok Alami.

Sesampainya di sana saya pun langsung memesan menu di bagian kasir. Ada 2 jenis menu makanan yang bisa dipesan yaitu Main Course bagi kalian yang ingin makan berat dan Snack untuk dijadikan teman nongkrong bersantai. Menunya memang tidak banyak tetapi pas dengan konsep Homeland & Eatery sendiri sebagai tempat nongkrong. Menu yang disediakan juga kekinian seperti selera di kota-kota besar. Saya bingung ingin mencoba menu main coursenya karena semua terlihat menarik untuk dicoba, untung saja ada sahabat SD saya di situ. Rekomendasi untuk saya sih Beef Hot Plate dengan saus Teriyaki atau Meatball Hot Plate dengan Sambal Matah. Akhirnya saya pun memesan Meatball Hot Plate dengan Sambal Matah karena belum pernah mencoba bakso yang disajikan dia atas piring panas. Sebagai pendampingnya untuk menu snacknya juga ada macam-macam, tetapi agar menambah pedas lidah saya mencoba Chicken Wings dengan saus Korean Spicy yang juga direkomendasikan saus Honey bila kalian tidak terlalu suka dengan rasa pedas. 

Selain itu juga ada menu Beverage untuk minumannya baik dingin maupun hangat dan Dessert sebagai menu pencuci mulut yang juga bisa kalian coba untuk cemilan. Saya sebenarnya tertarik untuk mencoba Milk Shake + Doughnut (Ice) tapi karena kebetulan lagi kosong akhirnya saya ikuti rekomendasi adik saya yang juga pernah ke sini yaitu Milo Dino (Ice). Sehari sebelumnya saya sebenarnya sudah ke sini ketika malam minggu bersama sahabat-sahabat saya yang masing-masing memesan Vietnam Drip (Hot), Milk Shake (Ice) Green Tea, Lemonade (Hot), dan  Blackcurrant Tea (Hot). Kebetulan saya sendiri memesan teh hangat rasa blackcurrant & sempat mencoba Lemonade (Hot) punya teman saya. Meskipun rasanya buah & simple, minuman ini enak juga disajikan hangat dan rasanya pas tidak terlalu manis dan mani jadinya terasa segar ketika diminum. Ada juga menu Dessert seperti Mug Cake dengan 2 varian Double Chocolate & Vanilla Oreo dan Churros. Sempat sebelumnya memesan Churros disajikan dengan saus cokelat homemade dari Homeland Cafe & Eatery sendiri.

Bagian depan (Indoor) Homeland Cafe & Eatery.
Seperti biasa sambil menunggu menu yang tadi dipesan datang, saya mengulas tempat di dalam Homeland Cafe & Eatery ini. Banyak tempat nongkrong yang terdapat di Kota Probolinggo, namun bagi saya ini adalah konsep baru tempat nongkrong yang belum ada di Probolinggo. Terdapat 2 bagian tempat yang bisa kalian pilih untung nongkrong sambil menikmati makanan dan minuman di Homeland Cafe & Eatery ini, yaitu bagian indoor dan outdoor.

Interior desain di bagian indoor ini bisa saya bilang cantik, manis, dan lucu yang sesuai dengan konsep dari Homeland Cafe & Eatery yang dipadukan warna putih dan 2 warna pastel yaitu merah muda dan biru muda yang menjadi branding dari Homeland Cafe & Eatery sendiri. So far, ini adalah cafe dengan konsep baru yang ada di Kota Probolingga yang saya temui. Ditambah furnitur meja makan dan bangku kayu yang mempercantik suasana di dalam Homeland Cafe & Eatery dengan beberapa pajangan di dinding dan tanaman kecil, bahkan di bagian bangku panjangnya diberi bantal kecil yang artsy. Tempatnya juga nyaman berAC. Di bagian kasirnya pun tidak luput dihias dengan manis & terdapat lemari display kecil yang berisi mug cake. Cafe ini cocok dijadikan tempat nongkrong bersama teman, ngedate dengan pasangan, dan bisa juga dijadikan tempat berkumpul bersama keluarga. Walau di sini disediakan cukup banyak meja & bangku, bila kalian masih khawatir kehabisan tempat kalian bisa reservasi atau mungkin ingin mengadakan event langsung saja DM akun Instagram Homeland Cafe & Eatery yaitu @homeland.cafe yang difollow terlebih dahulu.

Bagi kalian para cowok jangan khawatir ataupun malu untuk nongkrong ramai-ramai di sini karena tempatnya manis nan cantik karena Homeland Cafe & Eatery menyediakan tempat outdoor yang bisa dijadikan tempat kalian berkumpul dengan suasana dan tema yang lebih umum namun tetap mempertahankan konsep dengan memberikan furnitur kayu pada bangku dan mejanya juga bantal artsy yang ada di bangku panjang. Setiap weekend pada hari Sabtu atau Minggu di Homeland Cafe & Eatery menampilkan acoustic live music yang menambah suasana terasa lebih cozy di bagian outdoornya. Mungkin kalian bisa request lagu yang ingin dinyanyikan sambil menikmati menu yang telah disajikan.

Meatball Hot Plate dengan Sambal Matah.
Tidak perlu menunggu terlalu lama akhirnya menu pesanan saya pun datang. Menu main course yang seperti ini juga baru ada di Kota Probolinggo karena biasanya yang disajikan seperti ini Steak. Seperti namanya Meatball Hot Plate ini disajikan di atas piring panas yang di atasnya disajikan nasi, telur setengah matang, irisan bawang bombai, aneka potongan sayuran seperti wortel, jagung, & kacang polong dan tentu saja bagian utamaya yaitu bakso yang disiram dengan saus spesial buatan dari Homeland Cafe & Eatery sendiri. Awalnya saya tidak berekspektasi apa-apa dengan baksonya, sampai saya makan dan ternyata di dalam baksonya terdapat keju yang meleleh. Jarang ada bakso yang dimasak hingga bisa melelehkan keju di dalamnya, karena biasanya saya makan bakso keju berkuah tidak sampai leleh keju di dalamnya. Saus homemadenya juga manis tapi tidak eneg bila dipadukan dengan baksonya saat dimakan. Sebelum saya memberikan tips pribadi bagaimana makannya, menu ini saya pesan disajikan dengan Sambal Matah. Ternyata bukan sambal matah saja yang disajikan di wadah kecil, juga ada sambal dabu-dabu. Setelah saya coba sambal matahnya, terasa benar pedas sambalnya "mencubit" di lidah dengan perpaduan bawang merah dan cabai👌. Sambal dabu-dabunya juga terasa lebih segar walaupun pedas karena bahan utamanya adalah tomat yang dipotong kecil-kecil. Saya ada tips untuk cara makannya, mix semua yang ada di hot plate dan beri sambalnya perlahan-lahan di bagian nasinya.

Sebagai penambah cita rasa pedas di lidah, saya memesan menu snack Chicken Wings dengan saus Korean Spicy. Chicken Wingsnya sendiri tidak kalah crispy dengan keda-kedai yang menjual menu serupa di luar kota. Tepungnya sendiri ada rasa gurihnya yang sepertinya diberi bumbu terlebih dahulu dan ayamnya sepertinya juga dilumuri bumbu terlebih dahulu sehingga terasa sedap sampai ke dagingnya. Bagi kalian yang tidak terlalu tahan pedas, menu snack ini masih cocok dan enak kok buat kalian coba. Rasa spicynya tidak terlalu pedas di lidah dan rasa asli dari Korean Spicy ini masih bisa kita rasakan. Sausnya bukan hanya saus asam manis biasa dan memang terasa saus ala Korea yang dilumuri dengan rata di atas sayap ayamnya.

Karena menu Milkshake + Doughnut (Ice) sedang kosong, maka saya mengikuti rekomendasi dari adek saya untuk mencoba Milo Dino (Ice). Kalau dilihat-lihat penampilannya sama seperti es cokelat pada umumnya atau seperti milkshake, tetapi saat dicoba diminum rasa dari Milonya berbeda dengan biasanya apalagi kalau bikin sendiri terkadang rasanya malah eneg dan terlalu manis. Tapi Milo Dino (Ice) ini tidak, rasa manisnya pas dan walau di atasnya terdapat es yang sepertiya diblender juga tidak membuat rasa Milo Dino (Ice) ini hambar karena biasanya ada esnya banyak seperti ini hambar. Malah kalau saya bilang rasa Milonya sama seperti enaknya Milo yang dijual di Mcdonald's. Ini adalah salah satu contoh bahwa dengan bahan yang simple bila dibuat dengan tepat akan menghasilkan rasa yang enak. Tidak seperti milkshake yang biasanya terisi penuh sampai bibir gelas, untuk Milo Dino ini malahan es blendernya yang menggunung sampai bibir gelas. Jadi kalian tidak perlu berkecil hati porsi terlihat sedikit, caranya adalah kalian aduk-aduk terlebih dahulu Milo Dino (Ice)nya hingga rata dan tunggu mencair sambil menikmati menu makanan yang kita pesan. Nanti akan terisi penuh sendiri kok.

Menu main course lainnya yang bisa saya rekomendasikan di sini yang juga pernah saya coba adalah Dori Fish Hot Plate dengan saus Japanese Curry. Ikan dorinya sendiri disajikan beberapa potong & disiram dengan saus kare Jepang. Di sini saus kare Jepangnya juga tidak abal-abal alias sausnya benar-benar seperti saus kare Jepang yang biasanya ditemui di resto-resto Jepang. Homeland Cafe & Eatery memberi warna baru tempat nongkrong di Kota Probolinggo dengan konsep yang kekinian mulai dari tempat dan menunya. Harga dari menunya walau kekinian dan enak setara dengan luar kota ini terjangkau tanpa merubah cita rasa yang bisa disejajarkan dengan tempat nongkrong kekinian di Surabaya atau Malang. Malah saya bilangnya "Rasa Surabaya, harga Malang". Jangan lupa, setiap berkunjung check papan di belakang atas meja kasir karena biasanya ada info terupdate soal menu baru di Homeland Cafe & Eatery atau kalian bisa follow akun Instagram Homeland Cafe & Eatery mengenai info terbaru di sana. Sekarang Homeland Cafe & Eatery juga bisa dipesan melalui GO-FOOD. Selamat mencoba!😉

Lokasi melalui Google Maps:

Jumat, 16 Februari 2018

Pangsit Mie & Rawon Ncek Gundul | Mie Legendaris dari Pasuruan.


Info.
Lokasi: Jl. Raya Soekarno Hatta No.85, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67114
Jam operasional: 08.00 - 20.00 (Setiap hari).
Harga pesanan:
  1. Pangsit Mie + Bakso: Rp. 30.000,00.
  2. Teh Hangat: Rp. 2.000,00.
Rating: 4,8/5.
#KulinerPasuruan

Seperti biasa setelah asik mereview action figure, agar tidak bosan saya mereview kuliner yang kali ini adalah Pangsit Mie. Ceritanya saya perjalan pulang dari Surabaya menuju rumah di Probolinggo karena liburan Tahun Baru Imlek. Jalanan macet dari Porong karena ada banjir & memang volume kendaraan yang liburan ke luar kota. Singkat cerita, di perjalanan perut lapar & sewaktu sampai Pasuruan teringat Pangsit Mie legendaris satu ini. Kebetulan momennya juga pas Tahun Baru Imlek jadi tak perlu berpikir panjang langsung ke tempatnya. Bisa dibilang review kuliner spesial Tahun Baru Imlek.

Letaknya tidak susah untuk ditemukan karena berada di tengah Kota Pasuruan dan di jalan raya utama yaitu di Jalan Raya Soekarno Hatta. Bila dari arah Probolinggo, setelah melewati jembatan lurus saja nanti jika di sebelah kiri ada kantor Polisi mulailah pelan-pelan ambil lajur kiri. Kalau dari arah Surabaya, cari saja putar balik sebelum jembatan lalu ikuti arahan dari arah Probolinggo tadi. Tidak susah untuk menemukannya namun berhati-hatilah agar tidak terlewat, pokoknya letaknya sebelum lampu lalu lintas di sebela kiri nanti akan terlihat depot bertuliskan "RAWON & MIE NCEK GUNDUL" dan papan nama "PANGSIT MIE & RAWON".

Ukuran depotnya tidaklah besar, masih seperti dahulu saya sewaktu kecil pertama kali makan di sini hanya saja warnanya saja yang berubah. Dahulu depot ini memang dirintis sendiri oleh Ncek Gundul yang berketurunan asli dari Tionghoa. Setelah Ncek Gundul tiada, kini depotnya dilanjutkan oleh anaknya. Setelah masuk depotnya saya langsung memesan Pngasit Mie dengan tambahan Bakso dengan minuman Teh Hangat yang nikmat diminum saat Pasuruan diguyur gerimis dan udara sejuk. Sambil menunggu, saya mencoba mendokumentasikan bagian depan dari Depot "Rawon & Mie Ncek Gundul" untuk dijadikan bagian dari review ini. Tak perlu menunggu terlalu lama akhirnya pesananan sayapun datang.

Penyajian Pangsit Mienya dihidangkan satu mangkok dengan 1 buah pangsit goreng dan 2 bakso disajikan terpisah dalam wadah kecil beserta kuahnya dan tidak lupa sepiring kecil acar. Tekstur dan rasanyapun tidak berubah seperti dahulu. Tekstur dari mienya kenyal dan tipis. Mienya sendiri berwarna kuning pucat menandakan bahwa mie ini tidak tercampur oleh pewarna buatan. Saya lupa untuk memfoto secara jelas bentuk dari mienya karena memang sudah terlalu lapar😁. Pada bagian atas mienya ditaburi dengan suwiran ayam halus dengan taburan bawang goreng dan daun bawang juga merica putih untuk sensasi sedikit spicy. Untuk suwiran ayamnya mungkin bisa dibilang seperti suwiran di kue lemper tetapi pada Pangsit Mie ini tidak basah suwiran dagingnya dan rasanya gurih sedikit manis sehingga ketika dimakan bersama mienya menimbulkan perpaduan sensasi nikmat di mulut. Tidak lupa dengan kuahnya yang dihidangkan dengan 2 baksonya. Kuah beningnya ketika dicoba, rasa sedapnya tipis ala Bakwan Malang dan tidak terlalu kuat seperti bakso kebanyakan. Sehingga dipadukan dengan mienya akan saling melengkapi untuk cita rasanya. Baksonya juga halus malah saya bilang ini bukan bakso tetapi Bakwan Malang. Pangsit Gorengnya tipis sekali, berbeda dengan Gorengan yang dijual di bakul bakso pada umumnya dan sepertinya memang dibuat sendiri. Bila lidah kalian merasa kurang spicy, kalian bisa menambahkan merica putih bubuk yang telah tersedia di meja dengan kecap, saos, dan sambal juga. Porsi pada Pangsit Mie ini juga tidak ikut berubah sejak dahulu, porsinya benar-benar pas di perut.

Daftar menu yang tersedia.
Selain Pangsit Mie, di sini juga tersedia menu lainnya yang salah satu andalan lainnya adalah Nasi Rawon. Untuk minumannya dari yang pernah saya dengar, Es Sirsatnya di sini direkomendasikan untuk dicoba dan yang membuat depot ini menjadi lebih legendaris adalah minuman jadoel khas Pasuruan yaitu Limun Linggardjati yang tersedia dengan rasa temulawak, frambozen, dan soda. Limun bisa dibilang adalah Coca-Cola atau Fanta versi Indonesia dengan sedikit soda. Secara kesuluruhan, saya memberi rating hampir 5 untuk Pangsit Mie ini karena jarang ada tempat makan yang mempertahankan rasa dan porsi selama puluhan tahun. Tempatnya pun bersih di dalam depotnya yang juga saya pertimbangkan dalam memberi rating lagipula harganyapun terjangkau dan sangat merekomendasikan tempat ini bila kalian berkunjung ke Pasuruan. Akhir kata, saya ucapkan Gong Xi Fa Cai!

Lokasi melalui Google Maps: 

Minggu, 04 Februari 2018

Bebek Semangat | Bebek Bikin Semangat Makan.


Info.
Lokasi: Jl. Kusuma Bangsa No. 31, Kota Surabaya, Jawa Timur 60272.
Jam operasional: 10.00 - 22.00 (Setiap hari).
Harga pesanan:
  1. Paket Bebek Ijo (Nasi Bebek + Es Teh): Rp. 28.000,00.
  2. Telor Bebek Mozza: Rp. 12.000,00.
  3. Terong: Rp. 5.500,00.
Rating: 4/5.
#KulinerSurabaya

Kuliner kali ini akan membahas tentang salah satu kuliner berbahan bebek. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Saya ke sini sih, ceritanya lagi-lagi kelaperan habis maghrib. Emang dasarnya telat dan males makan kalau gak bener-bener laper ditambah waktu itu hujan. Jadi inget rekomendasi bebek goreng enak di Surabaya yaitu Bebek Purnama "Pak Saridin" di daerah Dinoyo. Singkat cerita langsung tanya alamat & berangkat menembus hujan lebat. Sampai di sana mau parkir, eh Pak Tukang Parkirnya bilang kalau bebeknya habis tinggal ayam. Lagi tidak mujur memang, lalu di jalan tiba-tiba kepikiran makan di Bebek Semangat. Itung-itung sebagai obat penggembira & kelaperan daripada galau hujan-hujan cuma gara-gara bebek bukan gebetan *eh*.   

Bagian depan Bebek Semangat.
Untuk menemukan lokasi Bebek Semangat ini tidaklah sulit. Lokasinya ada di daerah jalan Kusuma Bangsa. Kalau dari arah Grand City atau SMA komplek, kalian tinggal jalan lurus saja. Kalau sudah menemukan perempatan di deket SMA komplek, kalian langsung sedikit ambil ke kiri saja karena lokasinya di kiri jalan tersebut setelah tempat bimbingan belajar Ganesha Operation dan sebelum melewati THR. Gampangnya di samping SPBU Pertamina Kusuma Bangsa. Untuk parkir tidak perlu khawatir, di sini disediakan tempat yang cukup untuk menampung mobil ataupun motor.

Di sini untuk pemesanannya langsung di kasir bagian depan seperti pelayanan di berbagai franchise fast food pada umumnya. Terdapat berbagai macam menu yang terpampang di neon box yang bisa dipesan di sini dan juga beberapa promo menu tambahan baru di meja kasirnya. Untuk menu andalan di ada 3 yaitu Bebek Jontor, Bebek Raja Rempah, dan Bebek Mozza. Seperti yang sudah saya beritahu tadi, dulu saya pernah ke sini untuk mencoba menu Bebek Mozza, jadi kali ini saya mencoba untuk mencoba Menu Paketan Bebek Sambal Ijo yang terdiri dari Nasi Bebek Ijo itu sendiri dan segelas plastik untuk minuman Es Teh yang bisa kita refill di samping kasir. Es Teh ini ada 2 pilihan yaitu Es Teh biasa & Green Tea manis. Karena kelaparan banget nih, menu tambahannya saya penasaran mencoba Telor Bebek Mozza dan juga memesan 1 porsi terong. Di sini kalian juga bisa mengganti bebek dengan ayam kampung di setiap menunya.

Untuk tempat duduknya kita bisa memlih 2 pilihan tempat yaitu di bagian depan gedung atau belakang gedung dengan interior branding warna oranye. Karena kemaren bagian belakang sepi, akhirnya saya memilih duduk di bagian depan saja mengingat kali ini saya sedang bersolo karir tanpa teman-teman jadi kasihan dilihatnya sendirian. Tak perlu membutuhkan waktu lama untuk menunggu pesanan datang sekitar 5 sampai 10 menitan, paling lama 15 menit dan akhirnya pesanan sayapun datang.

Di sini uniknya makanannya tidak disajikan menggunakan piring melainkan dengan cobek tempat biasanya untuk membuat dan menyajikan sambal dengan beralaskan kertas makanan di atasnya & diberi 1 potong timun, tomat, &  selembar kubis sebagai garnishnya. Bebeknya sendiri digoreng dengan bumbu kuning seperti bebek goreng lalapan biasanya dan teksturnya tidak keras malah empuk juga baunya tidak amis karena digoreng dengan baik. Untuk sambal ijonya sendri tidaklah pedas melainkan sedap dan gurih karena lombok hijau dan bawangnya yang terasa lebih dominan daripada cabainya. Jadi untuk teman-teman yang tidak terlalu suka atau tahan dengan rasa pedas tidak perlu khawatir untuk makan menu Bebek Sambal Ijo ini karena sambal di atas bebek ini bisa dikatakan seperti bumbu dari bebek goreng ini atau bisa dibilang seperti bumbu balado. Tekstur nasinya di sini tidak keras ataupun lembek melainkan pulen dengan porsi yang pas, jadi meskipun tidak terlalu banyak akan terasa kenyang di perut. Tidak seperti bebek goreng lalapan di tempat kebanyakan, di sini bebek gorengnya tidak banyak terasa minyak ketika dimakan meskipun bebeknya sendiri digoreng sampai empuk & ada sensasi garingnya. Jadi sepertinya bebek gorengnya digoreng dengan pas dan juga ditiriskan terlebih dahulu sampai tidak tersisa banyak minyak ketika disajikan. Pada dasarnya saya memang suka sambel ijo apalagi saya suka makan Nasi Padang, saya suka sambel ijo di sini karena disajikan seperti bumbu balado sehingga saya semakin lahap dan semangat untuk makan. Aslinya sih kelaperan😜.

Karena lapar yang kebangetan akhirnya saya juga memutuskan untuk menambah 2 menu tambahan menemani Bebek Sambal Ijonya yang salah satunya adalah menu baru yaitu Telor Bebek Mozza ini. Telurnya dibuat seperti telur dadar yang dikocok terlebih dahulu sebelum digoreng. Tidak cuma itu, ada irisan bawang merah, bawang prei, dan sedikit irisan cabai di dalam telornya sebagai campuran adonannnya yang membuat telur ini semakin gurih mengingat telor ini berbahan dari telur bebek yang lebih gurih daripada telur ayam. Yang membuat  hidangan tambahan ini unik adalah keju mozzarelanya sendiri yang dilelehkan dengan api di atasnya. Kejunya mozzarelanya terasa enak dan tidak eneg ketika dimakan dengan telurnya, namun sayangnya untuk porsi kejunya sendiri menurut saya kurang sedikit banyak & tebal sehingga tekstur kejunya lengket, tidak molor dan hangat. Porsi telurnya sendiri pas, walaupun terlihat tipis tapi uniknya telur ini terasa tebal ketika dimakan. Menu tambahan lainnya adalah terong yang digoreng. Terongnya menggunakan terong ungu favorit saya karena rasanya sedikit manis daripada terong berwarna hijau. 1 porsi terong mendapatkan 5 potong terong yang dipotong memanjang dan ditaburi sedikit garam di atasnya. 

Bagi saya porsi di sini sangat pas dari pengalaman dua kali saya berkunjung ke sini apalagi kalau kalian menambah menu tambahannya. Untuk tempat di sini bersih karena para karyawannya dengan rajin membersihkan lantai & meja ketika pelanggan telah selesai makan di sini. Harganyapun di sini overall di bawah Rp. 30.000,00 kok jadi kalian tidak perlu khawatir untuk harga dengan menu yang dimasak bervariasi ini. Jadi saya merekomendasikan tempat ini kepada kalian dan lain kali saya akan memberkunjung ke sini lagi untuk mencoba menu bebek lainnya. Akhirnya saya pulang dengan perut yang terisi dengan mendengarkan lagu 80an Sowing The Seeds of Love dari Tears for Fears.

Lokasi melalui Google Maps:

Jumat, 02 Februari 2018

Bakmi Jogja Trunojoyo | Cita Rasa Jogja di Surabaya.


Info.
Lokasi: Jl. Tegalsari No. 47, Kota Surabaya, Jawa Timur 60262.
Jam operasional: 11.30 - 21.30 (Hari Senin tutup).
Harga pesanan:
  1. Bakmi: Rp. 21.000,00.
  2. Nasi Goreng Jogja: Rp. 21.000,00.
  3. Nasi Ruwet + Telor: Rp. 21.000,00 + Rp. 5.500,00.
  4. Wedang Jahe: Rp. 8.000,00.
  5. Teh Jahe: Rp. 8.500,00.
Rating: 4/5
#KulinerSurabaya


Kali ini saatnya mencoba untuk mengulas kuliner untuk pertama kalinya di blog ini, mengulas action figure terus takutnya malah bosan. Saatnya keluar dari kamar untuk mencari makan. Ceritanya hari Kamis hujan mengguyur Surabaya dari sore, ada temen lagi BeTe plus laper ngajak makan di group chat WA (isinya sebenernya cuma 3 anak😛). Biasanya bingung ngajak makan di mana, tapi karena keadaan hujan enaknya makan yang kuah hangat-hangat. Tanpa pikir panjang karena memang bener-bener kelaperan belum makan dari pagi cuma modal ngemil Panties Pizza, daripada tuh anak tambah BeTe langsung sajalah berangkat setelah maghrib.

Pintu gerbang Bakmi Jogja Trunojoyo.
Lokasinya gampang ditemui yaitu berada dekat di SPBU daerah Kedungdoro Jalan Tegalsari, Surabaya atau depan Le Ezmod & Es Teler Tegalsari. Di depannya ada tulisan lampu neon berwarna merah "Bakmi Jogja "Trunojoyo"". Kalau lagi ramai di sini agak susah mendapatkan parkir kalau naik mobil, tapi kalau naik sepeda motor gampang kok tinggal masuk aja ke dalam. Saat masuk dari pintu gerbang di depan, langsung disuguhi pemandangan para juru masak yang memasak pesanan para pelanggan dan wangi aroma masakan langsung tercium dapur yang hanya beratapkan genteng dengan 3 gerobak tempat masak yang bisa kita lihat tanpa adanya sekat penutup. Dulunya memang Bakmi Jogja Trunojoyo ini lokasinya memang berada di Jalan Trunojoyo tetapi sekarang pindah di Jalan Tegalsari ini, jadi jangan salah tempat ya.

Dapur di bagian depan Bakmi Jogja Trunojoyo.
Di Bakmi Jogja Trunojoyo ada 3 lokasi tempat yang bisa kita pilih untuk duduk menyantap hidangan-hidangan yang ada di sini yaitu ada di dalam, lorong, dan di belakang. Karena hari Kamis malam itu lokasinya agak rame & datang diwaktunya orang-orang makan malam, kami bertiga akhirnya memilih duduk di lorong sambil merasakan dinginnya Surabaya. Temanku ini bernama Irna & Cana, konchoku plek sedari belajar di bangku SMAN 1 Probolinggo. Tanpa basa-basi dan memang sudah kelaperan sekali, langsunglah pesan makanan. Uniknya di sini, seluruh pelayanannya menggunakan blangkon di kepala & menggunakan bahasa Jawa halus khas Jogja saat melayani para pelanggannya. Saya yang terbiasa dengan bahasa dan berlogat medhok Suroboyo jadi sungkan saat memesan ke pelayanannya, ya seenggaknya di sini juga sedikit belajar bagaimana cara berbahasa Jawa yang baik dan benar sambil mendengarkan pelayanannya berbicara. Setelah selesai memesan makanan, saya meninggalkan 2 konchoku yang asik membahas Korea & mencoba jalan-jalan di sini sekalian melihat cara masaknya di depan.

Lokasi ruangan dalam ini terletak di bangunan utama Bakmi Jogja Trunojoyo. Masih mempertahankan kesan klasik rumah kuno asli dari gedung ini sendiri dengan perpaduan tembok putih dan beberapa ornamen berwarna hijau tua. Ditambah dengan beberapa foto dari jaman kolonial Belanda & barang antik untuk menambah kesan interior khas Jogja tempo doeloe.


Lokasi lain yang bisa dipilih untuk tempat kita makan adalah di bagian lorong yang juga teras yang berada di samping gedung utama dekat dengan parkir motor. Meskipun lorong teras, tempat ini pun tidak luput dengan aksen khas Jogja. Terdapat foto salah satu Sultan dari Jogja di teras dan di sampingngnya terdapat meja kayu kuno dengan beberapa kuningan & patung Prajurit Keraton Yogyakarta di atasnya. Kesan klasik juga terdapat pada lantainya yang khas rumah jaman dahulu.

Lokasi terakhir tempat untuk makan di sini adalah di bagian belakang. Tempatnya menggabungkan suasana pujasera dan khas pendopo Keraton Yogyakarta dengan tulisan aksara Jawa di atas bagian depan lokasi ini. Di depannya terdapat dapur untuk membuat minumannya. Bentuknya pun sangat tradisional yaitu bakul gerobak minuman tidak lupa dengan poci & gelas kaca tradisionalnya. Juga cara merebus airnya masih menggunakan arang.


Setelah menelisik ke tiga tempat tadi, saatnya untuk melihat bagaimana proses memasaknya di dapur depan. Cara memasaknya pun masih sama dengan cara tradisional merebus air tadi yaitu dengan menggunakan arang. Dari pengalaman saya makan, entah mengapa kalau menggunakan arang daripada gas hasilnya terasa sedap & hangatnya makanan tidak cepat hilang. Juru masaknyapun tidak lupa juga memakai blangkon di kepalanya. Jadi tempat ini memang benar-benar mengusung keorisinilan Jogja jaman dahulu. Sambil melihat cara memasaknya, kok ya tambah laper perut ini melihat kokinya memasak Bakmi Godhok. 


Cara memasak yang masih menggunakan arang.
Sebenarnya di sini ada juga menu Pisang Goreng khas Jogja dengan gula halus & gula aren, tapi sudah habis. Tidak beberapa setelah kembali ke tempat duduk dari berkeliling, akhirnya pesananpun datang. Pesanan kami tadi adalah 2 Bakmi & 1 Nasi Goreng Jogja dengan minuman Wedang Jahe & Teh Jahe. Saya sendiri & Irna memesan sama seperti tujuan kami ke sini yaitu Bakmi yang hangat dan berkuah & Cana sendiri yang memesan 1 Nasi Goreng Jogja. Jadi ada variasi jenis menu makanan selain bakmi yang ada di tempat ini yang bisa diulas di blog ini. Di meja makanannya juga disediakan 1 kecap & 2 toples kaca yang berisikan garam dan acar timun plus cabe, jadi kalian tidak perlu khawatir bila cita rasanya nantinya kurang sedap di lidah kalian.

Menu makanan andalan dari tempat ini apalagi kalau bukan Bakminya. Bakmi Godhok di sini bisa dipesan dengan 3 jenis penyajiannya yaitu godhok, goreng, dan nyèmèk. Kalau godhok nantinya Bakmi akan disajikan berkuah seperti mie kuah pada umumnya. Sama halnya dengan goreng, Bakmi akan disajikan seperti mie goreng pada umumnya. Nah, yang saya dan Irna pesen ini yang bakmi nyèmèk. Mungkin penamaan ini asing bagi telinga orang dari luar Jawa atau dari Surabaya. Jadi bakmi nyèmèk ini disajikan dengan kuah yang sedikit dan juga tidak terlalu kering atau biasanya saya memesan mie goreng di tempat lain dengan menyisikan sedikit air masaknya saat penggorengan juga bisa disebut nyèmèk. Tapi nyèmèk di sini adalah bakmi godhok yang diberi sedikit kuah bukan digoreng dengan sisa air masak seperti yang biasanya saya pesan di tempat lain tadi. Bakmi ini disajikan dengan potongan tomat juga ayam dan taburan perpaduan bawang goreng & potongan kecil seledri. Pertama kali yang saya lakukan saat makan bakmi nyèmèk ini adalah mencoba kuahnya selagi terasa hangat. Rasa khas dari kuah bakmi ini adalah kaldu ayamnya yang orisinal tanpa adanya rasa dari bumbu penyedapnya dan kuahnyapun tidak keruh yang biasanya timbul dari bahan rempah-rempah yang pekat. Dari cara masaknya yang saya lihat tadi, kuahnya dicampur dengan telur yang dikocok sehingga memberi sensasi agak kental. Tekstur mienyapun dimasak dengan pas jadi terasa tidak keras juga tidak lembek. Memang kuah orisinal kaldunya tidak terlalu kuat bukan berarti bakmi ini kurang sedap tapi memang begitulah khas cita rasa asli Jogja dipertahankan di Bakmi ini. 

Nasi Goreng Jogja di sini disajikan dengan 2 potongan tomat dan timun tidaklupa potongan kecil ayam yang berbaur dengan nasinya. Kalau diperhatikan, nasi gorengnya diberikan alas daun pisang di piringnya. Fungsinya agar hangatnya masakan masih terjaga dari saat penggorengan hingga disajikan ke meja. Di sini kita bisa memesan nasi goreng tidak pedas, sedang seperti yang Cana pesan, atau pedas. Cita rasa khas makanan dari Jogja yang ada di nasi goreng ini adalah rasa manis berbaur dengan sedap yang terasa ketika dimakan. Berbeda dengan Nasi Goreng Jawa, Nasi Goreng Jogja ini dimasak tidak dengan menggunakan saos sebagai salah satu bahannya melainkan menggunakan kecap manis asal dari sensasi manis yang terasa. Walau sedikit pedas, rasa asli dari Nasi Goreng Jogja ini masih bisa dirasakan sehingga bisa dikatakan dimasak dengan takaran bumbu yang pas. Menu ini sebenernya tidak sepaket dengan telor ceploknya tetapi bisa dipesan dengan tambahan telor ceplok atau dadar.   

Untuk minumannya, kalian bisa memesan wedang jahe atau teh jahe supaya kesan Jogja makin terasa apalagi diminum pas udara dingin. Jahe di kedua minuman tersebut tidak disajikan dengan jahe yang digeprek atau potongan besar jahe tetapi dipotong kecil-kecil. Di sini untuk porsi makanannya bisa dibilang sangat pas atau bagi saya pribadi yang suka makan malah kurang. Apalagi paginya belom makan, jadi saya & Irna memutuskan untuk memesan menu lainnya yang berbeda dari ronde pertama😄. Jadilah saya memesan Nasi ruwet & Irna memesan menu Nasi Goreng Jogja seperti Cana tapi pedas.

Menu makanan ronde kedua saya adalah Nasi Ruwet yang sama seperti Nasi Goreng Jogja tadi, bedanya Nasi Ruwet ini diberikan tambahan mie kalau orang Jawa Timur bilangnya Nasi Mawut. Bedanya lagi bukan cuma telornya saja yang bisa dipesan sebagai tambahan tetapi kita juga bisa memilih pilihan tambahan  macam-macam jeroan seperti ati ampela, uritan (calon telur), berutu (ekor ayam), dan sewiwi (sayap ayam). Nasi Ruwet ini kita juga bisa memesan tidak pedas, sedang, & pedas tetapi agar mengerti rasa orisinal dari Nasi Ruwet ini. Entah mengapa yang saya rasakan sendiri ketika juga mencoba Nasi Goreng Jogja sedangnya Cana tadi juga Nasi Goreng Jogja pedasnya Irna, masih lebih terasa sedap & manisnya Nasi Goreng Jogja mereka padahal ada tambahan cabe di dalamnya tetapi saya tidak bilang bahwa Nasi Ruwet ini rasanya hambar namun untuk rasa masih lebih kuat Nasi Goreng Jogja.

Bakmi Jogja Trunojoyo ini memang benar-benar memberi kesan Jogja di Surabaya baik dari segi cita rasa, pelayanan, dan aksen interior di dalamnya. Walau tempatnya berada di bekas bangunan lama, namun dengan penerangan yang cukup tidak memberikan kesan pengap sehingga kita bisa nyaman berada di sana. Di tempat ini tidak disediakan AC ataupun WiFi, mungkin untuk benar-benar memberikan kesan jadul & memang bukan tempat untuk nongkrong. Terlebih untuk makanannya dari cita rasa hingga porsi khas Jogjanya benar-benar terasa dipertahankan tanpa merubah sedikitpun untuk menyesuaikan dengan lidah orang Surabaya, jadi bagi yang benar-benar kelaparan atau porsi makannya banyak sepertinya harus memesan dua porsi di sini. Di tempat ini juga tidak terasa minyaknya ketika saya mencoba Nasi Goreng Jogja & Nasi Ruwet terasa enak di mulut dan tidak menimbulkan gatal di tenggorokan, itulah salah satu nilai tambahan untuk hidangan di tempat ini.  Soal harga juga tidak mahal kok, terjangkau isi dompet. Di bawah Rp 30.000,00 semua dan untuk pembayaran di sini hanya menerima cash jadi kalian tidak bisa menggunakan kartu debit di sini. Mencari lokasinya pun tidaklah susah. Semoga ulasan kuliner pertama di blog ini bisa dijadikan rekomendasi buat kalian yang mencari makanan di kota Surabaya.

Lokasi melalui Google Maps: